Laman

Minggu, 11 Maret 2012

Kenangan Terindah di Prajabatan


Lagu ini akhirnya menjadi lagu nya kami banget karena mempunyai nilai sejarah sebelum saya dan istri menikah. 
Perkenalan saya dan istri dimulai sewaktu mengikuti diklat latihan dasar kemiliteran di Tanjung Priok Jakarta selama lebih kurang Tiga bulan. Setelah itu kami berpisah karena masing-masing bekerja sesuai daerah penempatan SK CPNS nya. Saya di Tanjung Uban (Bintan) sementara istri di Tanjung Perak (Surabaya).


Februari 2008 kami dipertemukan lagi dalam diklat prajabatan di semplak bogor. Belum ada tanda-tanda kalau dia (she) adalah calon istriku.  Tapi senang kan? iya, karena kumpul lagi teman-teman satu angkatan ... wah, bakal seru nih diklat pikirku ^-^. 

Satu hari sebelum penutupan diklat prajabatan saya beranikan diri untuk melamar istri. Saya katakan bahwa saya serius untuk menikah. Jawaban istri waktu itu tidak menolak pun menerima karena harus disampaikan ke keluarga dulu. Alhamdulillah jawaban keluarga SETUJU ye ye ye ye yea.

Malam penutupan diklat saya diminta untuk menyumbangkan sebuah lagu oleh teman teman satu angkatan sambil membolak-balik kan buku lyrics pilihan saya jatuh pada lagu Kenangan Terindah nya Samson. Mengetahui kalau saya sudah serius sama calon istri, teman-teman "memaksa" istri untuk berduet dengan saya. Jadilah malam itu saya dan istri seperti dua pasangan india yang sedang dilanda cinta untungnya tidak ada pohon kalau ada mungkin sudah berputar-putar dipohon kali ...

Singkat kata setelah hampir 5 tahun menikah kami tidak pernah mengingat tentang lagu tersebut sampai dengan kemarin (10-03-2012) di sebuah karaoke box di Ramayana Tg.Pinang kami bersama kedua buah hati menyanyikan lagu itu kembali .....

Sungguh sebuah Kenangan Terindah   ....

Pos Induk 11-03-2012 23:00 Wib

Kamis, 01 Maret 2012

ESP ( English for Spesisal Purpose ) and Jhon F Kennedy's quote

gambar pinjam gogle
Dari beberapa artikel yang kami baca bahwa Pelajaran Bahasa Inggris dikelompokkan menjadi dua,  Pertama bahasa inggris umum ( general English ) dan kedua bahasa inggris khusus ( English for spesial purpose ). Bahasa inggris maritim masuk dalam kategori spesial.

Tanjung Uban berada di Pulau Bintan, bersebelahan dengan pulau Batam, dan berbatasan dengan Malaysia dan Singapore. Namun bahasa Inggris tidak terlalu populer disini. Berbeda dengan negara tetangga yang menjadikan bahasa inggris adalah bahasa sehari-hari mereka.

Bahasa inggris maritim berisi tentang kosakata dalam dunia maritim, komunikasi antar kapal, komunikasi antara kapal dan darat serta prosedur panggilan marabahaya di laut. Ini menjadi suatu syarat untuk bergabung dikapal berbendera asing.

Saat ini dibeberapa lembaga pendidikan sudah menyediakan kursus-kursus singkat untuk bahasa inggris maritim seperti BP3IP (lab bahasa BP3IP), Sinar Poseidon Batam, Jakarta, Pusat Pelatihan Bahasa Inggris STIP. Biaya yang ditawarkan bervariasi antara 800,000 – 2,000,000 dengan lama kursus 2 minggu- 3 bulan.

Pangkalan Penjaga Laut dan Pantai (PLP) Tanjung Uban adalah salah satu Unit Pelaksana Direktorat Jenderal Perhubungan Laut. Yang mana salah satu tugas pokok dan fungsinya adalah melaksanakan penegakan peraturan dan perundangan-undangan dilaut. Kapal-kapal yang menjadi objek pemeriksaan tidak hanya kapal dalam negeri tetapi juga kapal-kapal asing yang diawaki oleh orang asing. 

Untuk menjadikan SDM di Pangkalan PLP Tanjung Uban percaya diri dan mampu melakukan pemeriksaan harus dibekali dengan kemampuan bahasa inggris maritim yang baik. Oleh karena itu sebagai salah satu bentuk pengabdian. Saya melaksanakan kursus bahasa inggris maritim di Pangkalan PLP Tanjung Uban.

Alhamdulillah berkat dukungan dari atasan dan rekan-rekan lain, kursus sudah berjalan hampir 2 bulan dan selalu di hadiri oleh rekan-rekan pegawai yang sangat antusias mengikuti kursus selama 1,5 jam setiap hari jum’at tersebut. Materi yang digunakan sebagai acuan adalah buku terbitan Prentice hall dengan judul English for maritime study karangan T.N Blakey. Buku ini menjadi salah satu rekomendasi IMO (International Martitime Organization) untuk digunakan dalam pelajaran Bahasa Inggris Maritime.

Semoga dengan semakin baiknya kemapuan berbahasa inggris khususnya dibidang maritim akan meningkatkan kinerja kita selaku penjaga perairan di wilayah barat Indonesia.

 ask not what your country can do for you, ask what you can do for your country
Jangan kau tanyakan apa yang sudah negara berikan kepadamu .. tapi tanyakanlah apa yang yang sudah kau berikan untuk negara mu (Jhon F Kennedy)

---Dharma jala Prajatama---

Rabu, 29 Februari 2012

Entitas dalam model instansi vertikal

Entitas adalah sesuatu yang memiliki keberadaan yang unik dan berbeda. Seandainya A adalah pegawai maka A adalah isi dari pegawai . Secara sederhana dapat saya artikan bahwa entitas adalah input dari sebuah sistem.

sistem yang masih berhubungan dengan pusat kita kenal dengan istilah instansi vertikal. Instansi Vertikal adalah pelaksana tugas pokok dan fungsi suatu kementerian di daerah yang pembinaan serta pengawasannya dari pusat. Di daerah kita kenal dengan nama Unit Pelaksana Teknis (UPT).

UPT merupakan model dari pusat. Model adalah representasi dari suatu kenyataan/masalah dalam bentuk yang lebih sederhana. Misalkan di suatu Direktorat Jenderal pusat terdiri dari 5 Direktorat maka UPT merupakan model dari Direktorat Jenderal tersebut tapi scope nya lebih kecil.

Fungsi dari Pemodelan akan membantu kita dalam memahami bagaimana proses pembinaan dan pengawasan dari pusat terhadap UPT didaerah. Tapi kita tidak akan memodelkan permasalahan pengawasan dan pembinaan ini. Hanya untuk memahami kegunaan dari model.

Pembinaan adalah usaha, tindakan, dan kegiatan yg dilakukan secara efisien dan efektif untuk memperoleh hasil yg lebih baik[1]. Sementara pengawasan mengandung unsur mengarahkan atau mengendalikan.

Pertanyaannya adalah apa saja yang menghambat sistem pembinaan dan pengawasan itu berjalan lancar
  1. Tidak berjalannya sistem informasi yang terintegrasi. Pusat akan mengetahui kesalahan-kesalahan yang dilakukan Unit nya di daerah dari laporan pihak lain (pengguna jasa, hasil inspeksi, atau laporan dari inspektorat (hasil audit) sementara yang tidak dilaporkan tidak terdeteksi.
  2. Kurangnya koordinasi antar direktorat di tingkat Pusat, menyebabkan unit di daerah tidak seiring sejalan.
  3. Tidak tersedia/digunakan nya kurikulum vitae pegawai di Pusat, sehingga jabatan di isi oleh orang-orang yang dekat dengan penguasa.
  4. Pengawasan penggunaan anggaran kurang
  5. Belum ada mekanisme yang transparan untuk sebuah jabatan
  6. Tidak tegasnya Pusat kepada Daerah karena mengharapkan sesuatu dari "binaannya"
Intinya adalah ketersediaan informasi dan keberanian pusat melakukan pembenahan yang didukung data dari seluruh kegiatan di UPT akan memudahkan pembina di tingkat pusat memastikan sistem berjalan lancar. Sehingga tidak ada lagi unit yang bekerja sendiri-sendiri.

Kondisi ini sudah berjalan sejak lama, kalaupun ada perbaikan-perbaikan namun belum optimal. Kalau kondisi ini terus dibiarkan lama-kelamaan akan semakin banyak kehilangan aset-aset yang ada. 
Sampai kapan kondisi ini akan berlangsung?

Sabtu, 25 Februari 2012

Mengapa harus jakarta (batu loncatan karier)

Gambar dari gogle
Tidak terasa hampir 5 tahun saya tinggal di pulau Bintan. Saya berasal dari Palembang namun besar di Jakarta. Keluarga besar banyak di Palembang. Status sudah menikah dan di karuniai 2 orang putera, anak pertama berusia 3 tahun dan yang kedua 2 tahun. Istri orang Kediri Jawa Timur bekerja sebagai PNS di kantor yang sama dengan saya Kementerian Perhubungan.

Dibesarkan di Jakarta tidak membuat hati saya terpaut untuk tinggal di Jakarta, macet, banjir, kriminal membuat keinginan tinggal di sana menjadi berkurang.

Bekerja di instansi vertikal menjadikan pusat sebagai pembina serta pengawas unit pelaksana didaerah. Nah kondisi ini yang menjadikan Jakarta sebagai pilihan untuk batu loncatan menuju sebuah kursi jabatan (baca:eselon). Karena pegawai pusat  akan sering kunjungan ke daerah-daerah otomatis bisa sambil memonitor kursi mana yang kosong yang bisa diisi, bagian mana yang strategis untuk karier kedepan, daerah mana yang punya potensi usaha dll.  Kata kunci nya disini adalah kunjungan ke daerah (baca:silaturahmi)

Pertanyaannya mengapa harus ke Jakarta ? bisakah tidak harus ke Jakarta untuk mendapatkan informasi itu semua ? bisakah mendapatkan kesempatan menduduki kursi jabatan tanpa harus melompat dari jakarta ?

Hmm.. Silaturahmi .... bagimana menurut anda ?